untuk instalasi asterisk dengan mengintegrasikan ke mera, anda install dahulu linux, kemudian asterisk.
perhatikan sip.conf dan extention.conf
lalu copykan module g723 ke asterisk
cp bin/codec_g723.so /usr/lib/asterisk/modules
nanti ya....
thx
yono
Wednesday, March 28, 2007
Friday, January 19, 2007
Penambahan Plugin di Cacti

Untuk Penambahan Plugins di Cacti , anda harus mempatch cacti sebelumya.
Dowload source di http://cactiusers.org.
Lakukan patch untuk cacti
Patching cacti
unzip cacti-plugin-arch.tar.gz
copy cacti-plugin-0.8.6h.diff ke /var/www/html/cacti/
cp cacti-plugin-0.8.6h.diff /var/www/html/cacti/
patch -p1 -N < style="font-weight: bold;">
Penambahan Plugin
Installing NTOP
tar zxvf ntop-3.2.tgz
cd ntop-3.2
./configure
make
make install
saat proses install akan disuruh masukan password untuk administrator masukan password misal cumigondrong, lalu masukan lagi password misal cumigondrong.
Setelah itu jalankan NTOP
ntop -u ntop -w 3000
setelah itu Add di Cacti di bagian plugins lakuakn instalasi plugin ntop untuk cacti
tar -xvf /home/cacti/ntop-0.1.tar.gz -C /var/www/html/cacti/plugins/
edit file /var/www/html/cacti/include/config.php
tambahkan option ini
$plugins = array();
$plugins[] = 'ntop';
Lalu tambahkan akses untuk administrator agar dapat akses ntop
http://localhost/cacti/index.php
Masuk ke menu cacti
click console
click User Management
click admin
click view ntop
Instalasi THOLD
tar zxvf thold-0.3.0.tar.gz
lalu copy folder thold-0.3.0 ke /var/www/html/cacti/plugins/
lalu edit file /var/www/html/cacti/include/config.php
ambahkan option ini
$plugins = array();
$plugins[] = 'thold';
thx
Mommo
Thursday, January 18, 2007
Instalasi Cacti Menggunakan Fedora Core 3

Semoga dapat bermanfaat bagi rekan-rekan yang membutuhkan referensi dalam memonitoring Network.
1. Install Apache (httpd), PHP, MySQL (server and client).
yum -y install httpd php mysql mysql-server php-mysql
2. Configure the new services untuk start secara otomatis
/sbin/chkconfig httpd on
/sbin/chkconfig --add mysqld
/sbin/chkconfig mysqld on
/sbin/service httpd start
/sbin/service mysqld start
3. mysqladmin -u root password 'new-password'
4. mysql -u root -p
mysql> DROP DATABASE test; [removes the test database]
mysql> DELETE FROM mysql.user WHERE user = ''; [Removes anonymous access]
mysql> FLUSH PRIVILEGES;
5. Test PHP
Create a test PHP script (such as phpinfo.php) and place it in the document root. A useful test script sample:
phpinfo();
?>
Install gd library
rpm -ivh gd-2.0.28-1.30.1.i386.rpm
rpm -ivh gd-devel-2.0.28-1.30.1.i386.rpm
Install libpng
rpm -ivh libpng-1.2.8-1.fc3.i386.rpm
rpm -ivh libpng-devel-1.2.8-1.fc3.i386.rpm
Install NETSNMP
rpm -ivh net-snmp-5.2.1.2-FC3.1.i386.rpm
rpm -ivh net-snmp-devel-5.2.1.2-FC3.1.i386.rpm
rpm -ivh net-snmp-libs-5.2.1.2-FC3.1.i386.rpm
rpm -ivh net-snmp-perl-5.2.1.2-FC3.1.i386.rpm
rpm -ivh net-snmp-utils-5.2.1.2-FC3.1.i386.rpm
Install RRDTools
rpm -ivh rrdtool-1.2.13-1.fc3.rf.i386.rpm rrdtool-devel-1.2.13-1.fc3.rf.x86_64.rpm perl-rrdtool-1.2.13-1.fc3.rf.i386.rpm
Install python
rpm -ivh python-rrdtool-1.2.13-1.fc3.rf.i386.rpm
Install php-snmp
rpm -ivh php-snmp-4.3.11-2.8.i386.rpm
Install Cacti
rpm -ivh cacti-0.8.6h.fc3.i386.rpm
Install Cactid
rpm -ivh cacti-cactid-0.8.6g.fc3.i386.rpm
lalu edit file /etc/cacti.conf
DB_Host localhost
DB_Database cacti
DB_User root
DB_Pass cumigondrong
DB_Port 3306
edit crontab /etc/cron.d/cacti
*/5 * * * * root php /var/www/html/cacti/poller.php > /dev/null 2>&1
Aktifkan snmp
/etc/init.d/snmpd start
snmpwalk -c public -v 1 localhost
Aktifkan CACTI
adduser cacti
groupadd cacti
cd /var/www/html/cacti/
Buat database cacti
mysqladmin -u root -p create cacti
mysql -u root -p cacti < cacti.sql
mysql -u root -p
GRANT ALL ON cacti.* TO cacti@localhost IDENTIFIED BY 'password';
flush privileges;
exit
edit file file di /var/www/html/cacti/ include/config.php
vi include/config.php
$database_default = "cacti";
$database_hostname = "localhost";
$database_username = "cacti";
$databse_password = "cumigondrong";
sudo chown -R cacti:cacti /var/www/html/cacti/{rra,log}
Buat crontab
sudo crontab -e -u cacti
*/5 * * * * cactiuser php /var/www/html/cacti/poller.php > /dev/null 2>&1
edit file di /etc/cacti.conf
untuk test akses ke http://localhost/cacti/
Mommo
081389539797
Tuesday, January 16, 2007
Instalasi Apache, mysql dan php di Fedora Core 3
1. Install Apache (httpd), PHP, MySQL (server and client)
yum -y install httpd php mysql mysql-server php-mysql
2. Configure the new services to start automatically
/sbin/chkconfig httpd on
/sbin/chkconfig --add mysqld [ini tidak diperlukan di FC4 keatas]
/sbin/chkconfig mysqld on
/sbin/service httpd start
/sbin/service mysqld start
3. Ganti password mysql
mysqladmin -u root password 'new-password' [quotes are required]
4. Untuk keperluan security
mysql -u root -p
mysql> DROP DATABASE test; [removes the test database]
mysql> DELETE FROM mysql.user WHERE user = ''; [Removes anonymous access]
mysql> FLUSH PRIVILEGES;
5. Letak document root for Apache is /var/www/html/
6. buat script php (phpinfo.php) untuk test php jalan atau tidak
phpinfo();
?>
7. untuk membuat database
mysql> CREATE DATABASE web_db;
mysql> GRANT ALL PRIVILEGES ON web_db.* TO 'web_user'@'localhost' IDENTIFIED BY 'thepassword';
thx, and regards
momo
yum -y install httpd php mysql mysql-server php-mysql
2. Configure the new services to start automatically
/sbin/chkconfig httpd on
/sbin/chkconfig --add mysqld [ini tidak diperlukan di FC4 keatas]
/sbin/chkconfig mysqld on
/sbin/service httpd start
/sbin/service mysqld start
3. Ganti password mysql
mysqladmin -u root password 'new-password' [quotes are required]
4. Untuk keperluan security
mysql -u root -p
mysql> DROP DATABASE test; [removes the test database]
mysql> DELETE FROM mysql.user WHERE user = ''; [Removes anonymous access]
mysql> FLUSH PRIVILEGES;
5. Letak document root for Apache is /var/www/html/
6. buat script php (phpinfo.php) untuk test php jalan atau tidak
phpinfo();
?>
7. untuk membuat database
mysql> CREATE DATABASE web_db;
mysql> GRANT ALL PRIVILEGES ON web_db.* TO 'web_user'@'localhost' IDENTIFIED BY 'thepassword';
thx, and regards
momo
Tuesday, December 19, 2006
File server crash

Pulang Malem lagi dech ,
Gara-gara file ldap crash, bingung ngebackup raid server, gimana ya caranya udah tambah malam dan ini server kudu cepet up.
Bolak-balik ke ruang server dingin lagi.... :(
coba-coba searching ke google dan nemuin cd kopix.
petualangan dimulai dech.
kita boot pake knopix, dan raid dapat di mounting dengan mulus.
kita mulai membackup lewat network pake tools bawaan kde.
fish://192.168.1.1 (ftp server buat backup data)
nah ada kendala kedua file yg dimounting sama knopix gak bisa diakses, pusing juga nech. tanya ama mr.google dengan key System recovery with Knoppix.
dan didapat ilmu pamungkas.
kita pake carea sebagai berikut
sebagai root, lalu ketik # netcardconfig
lalu lakukan copy data
# scp -rp /mnt/hda5/home/cumigoreng 192.168.1.1:/home/cumigoreng/tmp
dan semua folder beserta isinya dapat tercopy ke server backup
sekalian biar gak lupa di kde ada option juga
1.start
2.systems
3.more applications
4.file manager super user modes
dan akhirnya bisa tercopy dengan baik
udah malem ngantuk kangen sama didit dan hacitya
momo
Wednesday, December 13, 2006
Jangan jadi gelas
Agi Virgiant to daarut-tauhiid
Jangan jadi gelas
Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya
belakangan ini selalu tampak murung.
"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di
dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? " sang Guru bertanya.
"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk
tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, " jawab sang
murid muda.
Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."
Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan
gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana
yang diminta.
"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata
Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit."
Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air
asin.
"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.
"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih
meringis.
Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis
keasinan.
"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat
tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa
bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa
asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah
di hadapan mursyid, begitu pikirnya.
"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil
mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir
danau.
Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan
membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin
dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya
kepadanya, "Bagaimana rasanya?"
"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan
punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber
air di atas sana . Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang
tersisa di mulutnya.
"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"
"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan
meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya,
membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.
"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah
dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.
Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus
kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai
untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang
dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun
demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang
bebas dari penderitaan dan masalah."
Si murid terdiam, mendengarkan.
"Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat
tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak,
supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu
dalam dadamu itu jadi sebesar danau."
Jangan jadi gelas
Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya
belakangan ini selalu tampak murung.
"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di
dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? " sang Guru bertanya.
"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk
tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, " jawab sang
murid muda.
Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."
Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan
gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana
yang diminta.
"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata
Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit."
Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air
asin.
"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.
"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih
meringis.
Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis
keasinan.
"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat
tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa
bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa
asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah
di hadapan mursyid, begitu pikirnya.
"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil
mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir
danau.
Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan
membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin
dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya
kepadanya, "Bagaimana rasanya?"
"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan
punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber
air di atas sana . Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang
tersisa di mulutnya.
"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"
"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan
meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya,
membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.
"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah
dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.
Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus
kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai
untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang
dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun
demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang
bebas dari penderitaan dan masalah."
Si murid terdiam, mendengarkan.
"Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat
tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak,
supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu
dalam dadamu itu jadi sebesar danau."
Cobaan Ketakutan dan Kemiskinan Bagi Mukmin
Artikel dari A Nizami
to daarut-tauhiid
Assalamu'alaikum wr wb,
Semoga kita bisa mengambil hikmahnya. Sesungguhnya
kita akan diuji dengan ketakutan akan kelaparan,
kemiskinan, dan kehilangan nyawa. Meski demikian Allah
memerintahkan kita untuk sabar dan sholat sebagai
penolong kita.
Sabar di sini bukan sabar menghindari perang di jalan
Allah. Tapi justru sabar dan pantang menyerah meski
peluru berdesing menerpa kita sehingga mati syahid.
Ibarat perang melawan penjajah, sabar itu ya maju
terus pantang mundur. Bukan justru lari dan
bersembunyi.
Jika ditimpa musibah kita sabar, karena kita semua
milik Allah dan kita semua memang akan kembali kepada
Allah SWT
Wassalam
2. Al Baqarah
Cobaan berat dalam menegakkan kebenaran
153. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar
dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah
beserta orang-orang yang sabar.
154. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap
orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka
itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup[100],
tetapi kamu tidak menyadarinya.
155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu,
dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,
jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira
kepada orang-orang yang sabar.
156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah,
mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi
raaji'uun"[101].
157. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang
sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka
itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
[100]. Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan
alam kita ini, di mana mereka mendapat
kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah
sajalah yang mengetahui bagaimana keadaan hidup itu.
[101]. Artinya: Sesungguhnya kami adalah milik Allah
dan kepada-Nya-lah kami kembali. Kalimat ini dinamakan
kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah).
Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik
besar maupun kecil.
to daarut-tauhiid
Assalamu'alaikum wr wb,
Semoga kita bisa mengambil hikmahnya. Sesungguhnya
kita akan diuji dengan ketakutan akan kelaparan,
kemiskinan, dan kehilangan nyawa. Meski demikian Allah
memerintahkan kita untuk sabar dan sholat sebagai
penolong kita.
Sabar di sini bukan sabar menghindari perang di jalan
Allah. Tapi justru sabar dan pantang menyerah meski
peluru berdesing menerpa kita sehingga mati syahid.
Ibarat perang melawan penjajah, sabar itu ya maju
terus pantang mundur. Bukan justru lari dan
bersembunyi.
Jika ditimpa musibah kita sabar, karena kita semua
milik Allah dan kita semua memang akan kembali kepada
Allah SWT
Wassalam
2. Al Baqarah
Cobaan berat dalam menegakkan kebenaran
153. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar
dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah
beserta orang-orang yang sabar.
154. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap
orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka
itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup[100],
tetapi kamu tidak menyadarinya.
155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu,
dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,
jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira
kepada orang-orang yang sabar.
156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah,
mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi
raaji'uun"[101].
157. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang
sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka
itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
[100]. Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan
alam kita ini, di mana mereka mendapat
kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah
sajalah yang mengetahui bagaimana keadaan hidup itu.
[101]. Artinya: Sesungguhnya kami adalah milik Allah
dan kepada-Nya-lah kami kembali. Kalimat ini dinamakan
kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah).
Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik
besar maupun kecil.
Subscribe to:
Posts (Atom)